Selasa, 17 Januari 2017

Musrianti Munaf Blog : Melepasmu laksana do'a

Matahari bukan bertanya pada awan
Mengapa mendung menghalang sinarnya
Karena hujanlah jawabannya..

Demikian pula aku ...
Tidak akan bertanya pada gadis itu
Mengapa ia berdiri diantara kita
Karena engkaulah jawabannya..

Kehormatan bukan lagi tentang dirimu
Kesetiaan tidak lagi tentang cintamu
Do'a bukan lagi tentang namamu
Dalam sujud tidak lagi mengsemogakanmu..

Hati tempat mu berlindung bukan lagi diriku
Cinta yang disemaikan kata tidak lagi dalam genggamanku
Dusta kemudian gagah dalam tahta
Engkau menjelaskan kebenaran dengan kebohongan..

Kepercayaan kemudian berbalaskan pengkhianatan.
Tidak lagi menemukan suci diantara bait - bait perkataanmu.

Biarkanlah ikhlas menemaniku.
Kulepaskan engkau laksana do'a.
Yang meskipun tetap ku pinta
hanya yang terbaik yang akan didatangkan tuhan.

Cintamu bukan baik bersamaku
Tapi,
Cintamu adalah sempurna bersamanya.
10 Januari 2017


Terima Kasih Sudah Membaca !

Kamis, 24 November 2016

musrianti munaf bloggers : Catatan Gadis




Adakah  Asa diantara tetesan air mata ?
           
Cahaya tidak lagi terpancar diwajahnya, basah kedua pipinya dengan air mata yang seolah menceritakan keluhnya, bahkan mata yang memerah  tidak lagi mampu untuk ingkar, sekalipun untuk menjelaskan bahwa hatinya baik-baik saja. Mentari mulai meredupkan cahayanya, magic hour yang indah akan terlewati dengan tangisan. Pilu sekali melihat wajahnya yang tak lagi menyisahkan senyum walau hanya selembut nafas. 

          “Tuhan, aku telah terlalu dalam mengikatkan hati padanya, kubiarkan semuanya mengalir sendiri, tanpa pernah aku paksakan. Ku percayakan semuanya tanpa pernah menanti pamrih, ku jalani dengan keyakinan tanpa pernah mencari sebab. Namun mengapa ia justru ingkar pada ucapannya?” ucapnya dalam hati sambil memandangi sekeping foto ditangannya.
Kemudian, ada yang menghetikannya. Tatkala adzan dari arah timur bergema ditelinganya. Dengan sigap tangis yang terseduh – seduh kemudian berhenti perlahan. Kedua tangannya kemudian menghapus sisa tetesan air mata, yang basah dipipinya. Wajahnya kemudian memandang kearah masjid. Matanya menatap dengan begitu lemah, seolah menegaskan bahwa dirinya sedang rapuh.
Seperti merasa terpanggil, bergegaslah sang gadis masuk kedalam rumahnya. Air wudhu kemudian menggantikan posisi air mata yang membasahi pipinya. Seolah mengisyaratkan sebuah harapan yang mungkinakan hadir untuk senyum kecil diwajahnya. Ia adalah Widhy seorang gadis yang menangisi kekasihnya, kekasih yang telah membohongi kepercayaannya. Kekasih yang sempat menjelaskannya tentang kejujuran justru memilih untuk melakukan kebohongan.
“dulu aku adalah gadis yang sempat tidak percaya dengan kata Cinta, aku trauma untuk sebuah hubungan. Sepupuku harus menderita karena pernikahan, harus sakit karena pernikahan, putus sekolah karena pernikahan, itu karena mereka jatuh cinta. dan orangtua ku mereka harus rela meninggalkan keluarga masing-masing demi menyatukan cinta mereka, dan kemudian aku lahir hanya punya ayah dan ibu, tidak untuk keluarga besar. Aku menganggap laki-laki ada hanya untuk jadi patner dalam bisnis, aku bahkan berupaya membuktikan bahwa aku mampu hidup tanpa seorang pendamping. Namun, kemudian seseorang datang. Membawa sebuah musim dalam hidupku! Yang ternyata mengubah cerita dalam hidupku. Membuatku mampu mencintai tanpa memikirkan alasan, bahkan tidak pernah menanyakan alasan. Dia membawa aku untuk hari –hari yang penuh dengan senyuman. Penuh dengan keromantisan, dan didalam dirinya aku seolah menemukan yang aku cari. Tapi mengapa? Kemudian tanpa menjelaskan kepadaku, dia pergi untuk cerita baru dalam hidupnya, bahkan saat dimana dia tidak berubah sedikipun kepadaku.” Jelasnya menceritakan kisahnya dengan sang kekasih
Tuhan mempertemukan dua insan, bisa dengan cara apapun. Tapi sedikit pun kita tidak akan bisa mengetahui. Untuk apa pertemuan itu. Sebelumnya widhy mungkin meyakini, bahwa dirinya dan Rehan (kekasihnya) dipertemukan untuk saling mencintai, mungkin dia terlena. Sehingga lupa bahwa pada saatnya nanti manusia itu tetap ditentukan oleh takdirnya. Sebab diantara yang kita fahami, Tuhan justru jauh lebih mengerti, karena diantara yang kita minta, Tuhan hanya memberikan yang kita butuhkan sebab itu jauh lebih baik.
Tenang saja mungkin dia tidak diakdirkan sebagai pengantinmu. Tapi percayalah kamu tidak akan rugi bila memutuskan bertukar undangan dengannya.  Cobalah untuk menengok bahwa diantara satu harapan yang hilang ada harapan lain setelahnya. Diantara tangis yang ada jangan pernah untuk melupakan asa yang tetap harus kamu rajuk sedemikian rupa. Seperti sebelumnya, saat dimana kamu yakin bahwa kamu mampu hidup tanpa pasangan, nyatanya kamu pun mampu merasakan jatuh cinta. dan sekarang mungkin kamu perlu untuk merasakan patah hati, untuk kamu menemukan cinta yang lebih indah, lebih baik, dan mungkin adalah takdirmu. percayalah jatuh cinta itu tidak lengkap tanpa patah hati.


Terima Kasih Sudah Membaca !

Senin, 14 November 2016

Sahabat : ada rindu diseragam sekolah

Waktu begitu cepat meninggalkan masanya
Tawa yang dulunya membuatmu betah berada disini
Kini senyumnya pun tidak lagi bisa kamu nikmati.

Sahabatku..
Tidakkah rindu ada disudut hatimu
Seperti rindu yang bersemayam dalam hatiku
Tidak kah kamu mengingat
Tingkah konyolku, demi mendapatkan perhatianmu.

Kini tidak hanya suaru yang hening
Tapi wajahmu pun sudah tidak lagi setiap hari mampu kupandang.

Dulu..
Kemana saja bisa kapan saja
Sekarang..
Sekedar bertanya kabar aku mulai sungkan

Aku takut...
Ketika coba menelfonmu.
Kamu sibuk dengan kawan barumu.

Aku takut...
Ketika coba menanyakan kabarmu.
Kamu sibuk dengan bermacam aktivitasmu

Entah mengapa..
Waktu serasa menjadi sekat antara kita
Serasa menjadi jarak yang amat jauh
Hingga walau semenit serasa tak ada lagi.

Tahukah...
Dalam setiap do'aku ..
Ada nama kalian diujung sejadahku..

Berharap pada tuhan..
Untuk waktu yang lapang..
Agar kita dapat berada ditempat yang sama.
Untuk menikmati masa dalam waktu yang lama

Aku ingin kalian mengejekku.
Aku ingin , aku sakit dan kalian mengkhawatirkanku.
Aku ingin, kalian menggodaku.
Memarahiku, aku ingin bagaimana aku punya tempat untuk sekedar bercerita.

Tapi kapan...
Apakah masih mungkin...
Atau apakah kalian sudah melupakan ku
Sudah tidak mengingat namaku.
Atau bahkan kalian sudah menghapus kontakku.

Mungkinkah rinduku.
Hanya tersisa harapan
Yang tidak akan punya perwujudan.

  Terima kasih sudah membaca!

Selasa, 08 November 2016

Dan selamanya cinta sejati tahu kemana akan kembali!! #RinduyangSama



#RINDUyangSAMA

Hujan Tak Akan Hanya Meninggalkan Basah
Akan Hadir Pelangi Setelahnya
Kesedihan Tidak Akan Hanya Menyisahkan Risau
Mungkin Saja Ada Rahmat Setelahnya

Budi Baikmu, Dan Pancaran Cahaya Kedua Matamu
Serta Atas Segala Bijakmu
Telah Terpelihara Seorang Gadis Yang Berlindung Dihatimu

Bibirmu Mungkin Tak Berucap Janji
Lisanmu Mungkin Tak Melafadskan Sumpah
Tapi Kedua Tanganmu Telah Memberi Cinta
Dan Hanya Pemiliknya Yang Mengerti

Dirimu ..
Tidak Berdiri Didepan
Untuk Menjandi Pelindung
Tidak Pula Berdiri Dibelakang
Sekedar Untuk Berlindung

Dirimu Berdiri Disamping
Tepatlah Kedua Tanganmu Mendekap Bahuku
Tempat Ku Bersandar Dan Berbagi
Tentang Kesedihan Dan Kebahagiaan
Tentang Air Mata Dan Simpul Senyuman.



16 agustus 2016
Terima Kasih Sudah Membaca !

Senin, 07 November 2016

Cerita #ana'dara "Pammali"

Ada cerita yang lahir dari tanah bugis, Orang tua kita banyak berkata tentang Pammali (Pemmali) ,. Dari sudut pandang bahasa “pammali” berarti pantangan, larangan, atas hal-hal yang sudah menjadi Adat atau kebiasaan. Orang tua (masyarakat bugis) percaya jika pammali itu  dilanggar maka akan mendatangkan kutukan atau ganjaran.
Banyak sekali ungkapan – ungkapan “pammali” dari orang tua yang biasa disampaikan kepada anak cucunya dengan tujuan sebagai pengajaran dan untuk mendidik. Salah satu diantaranya 
“Deq nawedding anak darae matinro lettu’ tengga esso nasaba’ labewi dalle’na”  
yang artinya “gadis tidak boleh tidur sampai tengah hari sebab rezeki akan berlalu” demikianlah masyarakat bugis dididik dengan ungkapan – ungkapan yang sejatinya adalah pengajaran.

Dari segi agama, ungkapan “pammali” diatas dibenarkan dalam beberapa riwayat, diantaranya  dari urwah bin Zubair .:
“dulu Zubair melarang anak-anaknya untuk tidur diwaktu pagi”.

Urwah mengatakan : “sungguh jika aku mendengar bahwa seorang itu tidur diwaktu pagi maka aku pun merasa tidak suka dengan dirinya”. (HR. ibnu abi syaibah 5 :222 no. 25442 dengan sanad yang shahih)) 

karena sesungguhnya rasulullah SAW juga berdo’a kepada allah agar aLLah memberkahi umatnya diwaktu pagi. Maka benarlah arti dari ungkapan “pammali” tersebut bahwa jika tidur diwaktu pagi atau bangung saat sudah siang, maka rezeki akan jauh.  

Lalu mengapa ditujukan kepada wanita?. Iya! karena wanita itu diharapkan jodohnya akan datang cepat. Reseki yang dimaksud dalam ungkapan “pammali” diatas adalah dikhususkan untuk jodoh.

Dalam arti yang lebih luas, Ungkapan  ini tidak seharunya dikhususkan untuk wanita, gadis, ataupun yang belum menikah. Ungkapan ini juga berlaku untuk perjaka, laki-laki, utamanya yang masih muda. Mengapa bangun saat matahari sudah sangat terang, dapat menjauhkan rezeki? Iya, karena akan ada banyak waktu yang terbuang yang seharusnya sudah harus dimulai dengan mencari nafkah!

Setiap ungkapan pammali, seharusnya tidaklah melahirkan sebuah ketakutan, melainkan kedisiplinan. Sebab ungkapan – ungkapan pammali, bukanlah ungkapan biasa. Melainkan adalah cara mendidik dengan seni yang indah.

Terima kasih sudah membaca!!!

Minggu, 06 November 2016

Sajak #ana'dara bugismakassar punya cerita

Siri'

Rupa siri'
Nia' siri' ripakkasiri'
Nia' siri' mappakkasiri'
Narekko de'gaga siri' , Inrengko siri'
Narekko Engka siri',
Aja'mu pakkasiri' - siri'

Nia' siri' tappela' siri'
Nia' siri' mate siri'
Tau toammu mutaroang siri'
Aja' mu pakkasiri' siri'

Taro ada taro gao
Taro ade' taro siri'
Siri' ri ade'mu
Siri' na renreng
Paloloi siri'nu
Aja'mu pakkasiri' - siri'


6 mei 2016
Terima Kasih Sudah Membaca !

Saya Yang salah menanggapi? Atau anda yg terlalu salah mengerti!?

     Katanya kurang peka ? Peka itu apa? "Kita itu tidak peka sekali!! Saya sudah ini itu, kita masih saja biasa saja!" seperti itulah kadang seorang gadis atau seorang pria ketika meresa orang yang dia harapkan tidak memberi sambutan.
      Terlalu peka itu bagaimana?
"Jadi?! Selama ini? Saya kira kita dekat sama saya! Seru-seruan sama saya! Iyah! Karena kita suka sama saya!" seperti itulah biasanya mereka yang terlalu menganggap lebih segala perhatian yang diberikan untuknya.
         Menjadi orang yang care, ramah, lantas mudah bergaul. Rasa-rasanya agak menakutkan. Sudah Terlalu mudah orang-orang untuk menafsirkan segala bentuk perhatian. Dan seakan-akan hidup mereka
Hanya sebatas soal special relationship. Hanya tentang kekasih, sehingga ketika pria dan wanita, gadis dan perjaka, atau perempuan dan laki-laki terlihat akrab, bagi mereka itulah cikal bakal cinta. Ini dia nih.!! Kenapa ada banyan orang yang katanya "cintanya bertepuk sebelah tangan". "Dia di PHP-in?". Padahal itu karena dia terlalu menyempitkan fikiran hanya kepada soal pacar, pacar, dan pacar.

    Dimana baginya, manusia yang perhatian padanya, pasti suka, pasti cinta, dan pasti akan menjadi kekasih hatinya (pacar). Okayyy!! Jadi apa menurutmu? Siapa yang salah! Orang yang memberi perhatian? Atau orang yang salah menanggapi perhatian!? Sudahlah, berhentilah untuk terlalu mudah menafsirkan tingkah laku dan tuturkata seseorang!

      Kecewa itu kita yang membangung sendiri. Karena kita terlalu obsesiv dan kadang mengedepankan perasaan yang sudah salah tafsir, daripada akal yang mungkin bisa membenarkan tafsir.  Jangan obsesiv diartikan segabai cinta, dan jangan kagum diartikan cinta yang besar. Belajarlah untuk faham, bahwa ada banyak hubungan selain kata pacaran! Dan dua insan berbeda bisa saja ada dalam hubungan-hubungan itu. Jadi, bijaklah dalam menanggapi dan mengartikan alasan kehadiran dia dihidup - Mu.

Terima Kasih Sudah Membaca !