Senin, 07 November 2016

Cerita #ana'dara "Pammali"

Ada cerita yang lahir dari tanah bugis, Orang tua kita banyak berkata tentang Pammali (Pemmali) ,. Dari sudut pandang bahasa “pammali” berarti pantangan, larangan, atas hal-hal yang sudah menjadi Adat atau kebiasaan. Orang tua (masyarakat bugis) percaya jika pammali itu  dilanggar maka akan mendatangkan kutukan atau ganjaran.
Banyak sekali ungkapan – ungkapan “pammali” dari orang tua yang biasa disampaikan kepada anak cucunya dengan tujuan sebagai pengajaran dan untuk mendidik. Salah satu diantaranya 
“Deq nawedding anak darae matinro lettu’ tengga esso nasaba’ labewi dalle’na”  
yang artinya “gadis tidak boleh tidur sampai tengah hari sebab rezeki akan berlalu” demikianlah masyarakat bugis dididik dengan ungkapan – ungkapan yang sejatinya adalah pengajaran.

Dari segi agama, ungkapan “pammali” diatas dibenarkan dalam beberapa riwayat, diantaranya  dari urwah bin Zubair .:
“dulu Zubair melarang anak-anaknya untuk tidur diwaktu pagi”.

Urwah mengatakan : “sungguh jika aku mendengar bahwa seorang itu tidur diwaktu pagi maka aku pun merasa tidak suka dengan dirinya”. (HR. ibnu abi syaibah 5 :222 no. 25442 dengan sanad yang shahih)) 

karena sesungguhnya rasulullah SAW juga berdo’a kepada allah agar aLLah memberkahi umatnya diwaktu pagi. Maka benarlah arti dari ungkapan “pammali” tersebut bahwa jika tidur diwaktu pagi atau bangung saat sudah siang, maka rezeki akan jauh.  

Lalu mengapa ditujukan kepada wanita?. Iya! karena wanita itu diharapkan jodohnya akan datang cepat. Reseki yang dimaksud dalam ungkapan “pammali” diatas adalah dikhususkan untuk jodoh.

Dalam arti yang lebih luas, Ungkapan  ini tidak seharunya dikhususkan untuk wanita, gadis, ataupun yang belum menikah. Ungkapan ini juga berlaku untuk perjaka, laki-laki, utamanya yang masih muda. Mengapa bangun saat matahari sudah sangat terang, dapat menjauhkan rezeki? Iya, karena akan ada banyak waktu yang terbuang yang seharusnya sudah harus dimulai dengan mencari nafkah!

Setiap ungkapan pammali, seharusnya tidaklah melahirkan sebuah ketakutan, melainkan kedisiplinan. Sebab ungkapan – ungkapan pammali, bukanlah ungkapan biasa. Melainkan adalah cara mendidik dengan seni yang indah.

Terima kasih sudah membaca!!!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar