Adakah Asa diantara
tetesan air mata ?
Cahaya
tidak lagi terpancar diwajahnya, basah kedua pipinya dengan air mata yang
seolah menceritakan keluhnya, bahkan mata yang memerah tidak lagi mampu untuk ingkar, sekalipun untuk
menjelaskan bahwa hatinya baik-baik saja. Mentari mulai meredupkan cahayanya,
magic hour yang indah akan terlewati dengan tangisan. Pilu sekali melihat wajahnya
yang tak lagi menyisahkan senyum walau hanya selembut nafas.
“Tuhan,
aku telah terlalu dalam mengikatkan hati padanya, kubiarkan semuanya mengalir
sendiri, tanpa pernah aku paksakan. Ku percayakan semuanya tanpa pernah menanti
pamrih, ku jalani dengan keyakinan tanpa pernah mencari sebab. Namun mengapa ia
justru ingkar pada ucapannya?” ucapnya dalam hati sambil memandangi sekeping
foto ditangannya.
Kemudian,
ada yang menghetikannya. Tatkala adzan dari arah timur bergema ditelinganya. Dengan
sigap tangis yang terseduh – seduh kemudian berhenti perlahan. Kedua tangannya
kemudian menghapus sisa tetesan air mata, yang basah dipipinya. Wajahnya kemudian
memandang kearah masjid. Matanya menatap dengan begitu lemah, seolah menegaskan
bahwa dirinya sedang rapuh.
Seperti merasa
terpanggil, bergegaslah sang gadis masuk kedalam rumahnya. Air wudhu kemudian
menggantikan posisi air mata yang membasahi pipinya. Seolah mengisyaratkan
sebuah harapan yang mungkinakan hadir untuk senyum kecil diwajahnya. Ia adalah
Widhy seorang gadis yang menangisi kekasihnya, kekasih yang telah membohongi
kepercayaannya. Kekasih yang sempat menjelaskannya tentang kejujuran justru
memilih untuk melakukan kebohongan.
“dulu aku
adalah gadis yang sempat tidak percaya dengan kata Cinta, aku trauma untuk
sebuah hubungan. Sepupuku harus menderita karena pernikahan, harus sakit karena
pernikahan, putus sekolah karena pernikahan, itu karena mereka jatuh cinta. dan
orangtua ku mereka harus rela meninggalkan keluarga masing-masing demi
menyatukan cinta mereka, dan kemudian aku lahir hanya punya ayah dan ibu, tidak
untuk keluarga besar. Aku menganggap laki-laki ada hanya untuk jadi patner
dalam bisnis, aku bahkan berupaya membuktikan bahwa aku mampu hidup tanpa
seorang pendamping. Namun, kemudian seseorang datang. Membawa sebuah musim
dalam hidupku! Yang ternyata mengubah cerita dalam hidupku. Membuatku mampu
mencintai tanpa memikirkan alasan, bahkan tidak pernah menanyakan alasan. Dia membawa
aku untuk hari –hari yang penuh dengan senyuman. Penuh dengan keromantisan, dan
didalam dirinya aku seolah menemukan yang aku cari. Tapi mengapa? Kemudian tanpa
menjelaskan kepadaku, dia pergi untuk cerita baru dalam hidupnya, bahkan saat dimana
dia tidak berubah sedikipun kepadaku.” Jelasnya menceritakan kisahnya dengan
sang kekasih
Tuhan mempertemukan
dua insan, bisa dengan cara apapun. Tapi sedikit pun kita tidak akan bisa
mengetahui. Untuk apa pertemuan itu. Sebelumnya widhy mungkin meyakini, bahwa
dirinya dan Rehan (kekasihnya) dipertemukan untuk saling mencintai, mungkin dia
terlena. Sehingga lupa bahwa pada saatnya nanti manusia itu tetap ditentukan
oleh takdirnya. Sebab diantara yang kita fahami, Tuhan justru jauh lebih
mengerti, karena diantara yang kita minta, Tuhan hanya memberikan yang kita
butuhkan sebab itu jauh lebih baik.
Tenang saja
mungkin dia tidak diakdirkan sebagai pengantinmu. Tapi percayalah kamu tidak
akan rugi bila memutuskan bertukar undangan dengannya. Cobalah untuk menengok bahwa diantara satu
harapan yang hilang ada harapan lain setelahnya. Diantara tangis yang ada jangan
pernah untuk melupakan asa yang tetap harus kamu rajuk sedemikian rupa. Seperti
sebelumnya, saat dimana kamu yakin bahwa kamu mampu hidup tanpa pasangan, nyatanya
kamu pun mampu merasakan jatuh cinta. dan sekarang mungkin kamu perlu untuk
merasakan patah hati, untuk kamu menemukan cinta yang lebih indah, lebih baik,
dan mungkin adalah takdirmu. percayalah jatuh cinta itu tidak lengkap tanpa
patah hati.
tingkatkan
BalasHapus